Jelang Ramadan 2026, Pemkot Surabaya Gencarkan Gerakan Pangan Murah
SURABAYA, 11 FEBRUARI 2026 – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah/2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menekan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat.
Salah satu pelaksanaan GPM digelar di Lapangan Asemrowo, Jalan Asem Raya No. 19, Kelurahan Asemrowo, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat Asemrowo dan sekitarnya memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, hingga cabai dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan GPM merupakan langkah strategis Pemkot dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diiringi lonjakan permintaan.
“Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan Kota Surabaya,” ujar Antiek.
Pemilihan Kecamatan Asemrowo sebagai lokasi GPM dilakukan karena wilayah tersebut belum pernah menjadi titik pelaksanaan sebelumnya. Antiek mencatat, penjualan beras mencapai sekitar 200 zak, minyak goreng 1.200 liter habis terjual, gula sekitar 240 kilogram, serta transaksi daging yang menembus Rp1,5 juta.
Dalam GPM tersebut, berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga di bawah pasar. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dibanderol Rp58.000 per zak, beras Yarice Rp74.500, dan beras Kembang Desa Rp73.000. Harga gula pasir dijual mulai Rp16.500 hingga Rp17.500 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng menjadi komoditas paling diminati. Minyak Moorah kemasan 700 mililiter dijual Rp14.000 per botol, sedangkan Minyakita Rp15.000 per liter. Selain itu, tersedia daging ayam ras seharga Rp35.500 per ekor dan telur ayam ras Rp29.500 per kilogram.
GPM juga melibatkan PD Rumah Potong Hewan (RPH) yang menyediakan daging sapi segar dan olahan, pelaku usaha dari Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) yang menjual bawang merah, bawang putih, serta cabai, Program Padat Karya Pemberdayaan Keluarga Miskin yang menyediakan telur, hingga Kelompok Tani Guyub Sejahtera dengan sayuran segar.
Antiek menambahkan, sepanjang tahun 2026 Pemkot Surabaya berkomitmen memperluas dan mengintensifkan GPM serta Pasar Murah Dinkopumdag.
Dalam sebulan, kegiatan ini ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan dengan frekuensi 18–20 kali pelaksanaan, bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan perangkat daerah terkait.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal menghadapi Ramadan. Kami ingin memastikan masyarakat mudah mengakses pangan dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin,” tegasnya.
Salah satu warga Asemrowo, Suparma, mengaku datang sejak pagi untuk membeli beras dan minyak goreng. Ia menilai harga GPM jauh lebih murah dibandingkan pasar.
“Di pasar minyak bisa Rp19.000, di sini Rp15.000. Selisihnya lumayan, apalagi menjelang puasa,” katanya.